
BELITUNG, SENDIKATBABEL.COM – Pemerintah Kabupaten Belitung menggelar Pengambilan Sumpah Jabatan dan Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemkab Belitung, Selasa (11/11/2025).
Acara yang dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah itu berlangsung di Tanjungpandan dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda, pimpinan DPRD, serta para tokoh masyarakat, agama, dan adat.
Dalam sambutannya, Bupati Djoni Alamsyah menegaskan bahwa rotasi jabatan yang dilakukan pemerintah daerah merupakan bagian dari langkah penyegaran birokrasi untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan pelayanan publik.

“Rotasi jabatan bukan sekadar perpindahan posisi, tapi bagian dari proses perubahan. Yang mampu bertahan bukan yang paling kuat, tapi yang mampu beradaptasi,” ujar Djoni.
Bupati juga menekankan bahwa jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab.
“Jabatan itu bukan mahkota, tapi amanah. Kerja dengan tulus dan rendah hati, karena pengakuan sejati datang dari masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pejabat yang baru dilantik dapat membawa semangat baru dan energi positif untuk memperkuat kinerja organisasi.
“Kita mulai berubah. Ubah cara kerja, perbaiki sistem, dan bangun semangat kebersamaan agar pelayanan publik semakin cepat, bersih, dan berorientasi pada masyarakat,” katanya.
Tujuh Pejabat Eselon II Dimutasi
Sebanyak tujuh pejabat eselon II dilantik dan dimutasi, di antaranya:
Edi Usdianto – dari Kepala DPUPR menjadi Kepala Dispora.
Roni Setiawan – dari Kepala DPMPTSPP menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
Hendri Suzanto – dari Kasatpol PP menjadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
Pari – dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menjadi Kepala DPPKBPMD.
Yasa – dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup menjadi Kasatpol PP.
Kasimin – dari Kepala DSPPPA menjadi Kepala Diskominfo.
Febriansyah – dari Kepala DPPKBPMD menjadi Kepala DSPPPA.
Seleksi Jabatan Kosong Segera Dilakukan
Usai pelantikan, Bupati Djoni dalam wawancara menyampaikan bahwa pemerintah daerah segera membuka seleksi terbuka untuk
mengisi jabatan eselon II yang masih kosong.
“Harapan kita, pada awal tahun 2026 semua posisi sudah terisi. Kita butuh orang yang siap bekerja cepat dan berani mengambil tanggung jawab,” jelas Djoni.
Meski menghadapi keterbatasan fiskal, Bupati menegaskan semangat perubahan tidak boleh surut.
“Yang penting tetap kompak. Walau fiskal kita berkurang, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh menurun,” pungkasnya.
(REDAKSI)




